TJAN I.D. (TJAN ING DJOE)


Tjan Ing Djoe, atau lebih dikenal sebagai Tjan ID, adalah seorang penyadur cerita silat spesialis karya Khu Lung. Beliau telah menyadur atau menterjemahkan sekitar 93 judul atau setara dengan 2.188 jilid cerita silat dari bahasa aslinya. Suatu karya yang luar biasa.

Dilahirkan pada tahun 1949 dari rahim seorang wanita yang menjadi guru sekolah Tionghoa, Tjan ID kemudian masuk Sekolah Dasar Tionghoa selama 6 tahun dan pindah ke sekolah Indonesia setelah sekolah Tionghoa ditutup. Setelah lulus SLTA, beliau masuk perguruan tinggi di Semarang dan mulai menerjemahkan cerita silat pada usia 19 saat kuliah di Fakultas FISIP Universitas Diponegoro Semarang.

Pada awal kariernya sebagai penulis, Tjan ID banyak dibantu oleh OKT (Oey Kim Tiang) yang juga mengajarinya teknik menterjemahkan dari bahasa Cina. Karyanya yang pertama berjudul “Tujuh Pusaka Rimba Persilatan”, yang dikerjakannya pada tahun 1969. Selain mendapat bantuan dari OKT, Tjan ID juga banyak menimba ilmu dari Kho Ping Hoo yang sering dikunjunginya di Tawangmangu.

Tjan ID juga seorang yang unik. Tidak seperti para penerjemah lainnya, walau pun produktif, Tjan ID tidak pernah memakai kertas karbon pada saat mengetik naskah terjemahannya. Akibatnya ketika gelora penerjemahan cerita silat kembali muncul, Tjan ID harus kehilangan sebagian besar naskah karyanya yang hilang atau habis dimakan rayap.

Sekitar 20 karya Khu Lung sudah diterjemahkannya, yang sekaligus membawanya sebagai penterjemah spesialis karya Khu Lung. Ia pun dikenal sebagai penerjemah yang sangat setia pada naskah aslinya. Karya terjemahan cerita silat terakhirnya berjudul Bunga Pedang, Embun Hujan, Kanglam, masih terjemahan dari karya Khu Lung, yang terakhir Pedang Tetesan Air Mata, terbitan 1982. Karya terjemahannya ada sekitar 70-80 buah, termasuk karya-karya yang ditulis oleh Qin Hong, Gu Du Hong, Wo Long Sheng, dan Chen Jing Yun, tetapi yang terbanyak adalah karya Gu Long.

Ada yang mengatakan bahwa terjemahan buah karya Tjan ID masih sangat banyak mengandung unsur bahasa Tionghoa, karena itu pembacanya yang begitu banyak adalah orang keturunan Tionghoa yang masih menguasai sedikit bahasa Tionghoa. Bagi orang yang sudah tidak mengenal bahasa Tionghoa akan mengalami sedikit kesulitan membaca karya terjemahan Tjan ID.

Namun pada kenyataannya, Tjan ID pernah mendapat pendidikan sekolah lanjutan Indonesia selama enam tahun, jadi penggunaan bahasa Indonesianya tidak lemah. Dibandingkan dengan karya Oey Kim Tiang, bahasa Tjan lebih mendekati bahasa Indonesia sehingga membuat terjemahannya lebih dekat dengan pembaca muda.

Saat ini Tjan ID tinggal di kota Semarang. Kini dia berkarya lagi untuk mengangkat kembali popularitas cerita silat di tanah air. Sembari menerjemahkan, ia juga sibuk beternak ayam.

Sumber : https://kangzusi.com/Profile_Pengarang_Cersil.html



DAFTAR KARYA TJAN I.D. (TJAN ING DJOE)
(SEBAGIAN BESAR DI POSTING SESUAI NAMA PENGARANG)


IImam Tanpa Bayangan Bagian IDOWNLOAD---
IImam Tanpa Bayangan Bagian IIDOWNLOAD---
JJago KelanaDOWNLOAD---
KKitab PusakaDOWNLOAD---
LLembah Tiga MalaikatDOWNLOAD---
MManusia SerigalaDOWNLOAD---
MMisteri Rumah BerdarahDOWNLOAD---
PPedang Bunga BweeDOWNLOAD---
PPedang Keadilan Bagian I dan Bagian IIDOWNLOAD---
PPendekar BegoDOWNLOAD---
PPendekar Muka BurukDOWNLOAD---



0 komentar:

Post a Comment

DUNIA KANG-OUW © 2008 Template by:
SkinCorner